14 Maret 2012

Pendidikan Kejuruan di Finlandia, Swedia dan Norwegia

Pendidikan kejuruan/vokasional atau pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET atau vocational education and training) adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta untuk pekerjaan di berbagai tingkat dari kerajinan, bisnis perdagangan sampai posisi profesional di bidang teknik, akuntansi, keperawatan, kedokteran dan praktisi kesehatan lainnya, arsitektur, farmasi, hukum, dll. Pendidikan kejuruan kerajinan biasanya didasarkan pada kegiatan manual atau praktis, secara tradisional bersifat non-akademis, terkait dengan bidang bisnis tertentu atau pekerjaan tertentu. Bidang pendidikan ini kadang disebut juga sebagai "pendidikan teknikal" dimana peserta pelatihan langsung mengembangkan keahlian dalam kelompok pekerjaan teknik tertentu.


Baca juga ulasan lengkap khusus tentang Pendidikan Kejuruan di Finlandia dan 16 Prinsip Pendidikan Vokasional dari Prosser.

Pendidikan kejuruan terkait dengan sistem belajar yang sudah berkembang sejak zaman kuno yaitu pemagangan. Program magang dirancang untuk berbagai tingkatan pekerjaan dari pekerjaan manual hingga pekerjaan dengan tingkat pengetahuan dan ketrampilan tinggi.

Namun, sejalan semakin ter-spesialisasi-nya pasar tenaga kerja dan ekonomi yang menuntut tingkat keterampilan yang lebih tinggi, pemerintah dan bisnis semakin banyak berinvestasi untuk masa depan pendidikan kejuruan melalui penyelenggaraan pelatihan dan magang bersubsidi yang didanai publik atau inisiatif magang/pelatihan langsung dari kalangan bisnis. Pada tingkat pendidikan pasca sekolah menengah kejuruan biasanya ada institut teknologi dan/atau perguruan tinggi komunitas (community college).

Pendidikan kejuruan pada prinsipnya mengajarkan pengetahuan prosedural yang berbeda dengan pengetahuan deklaratif seperti yang digunakan dalam pendidikan di bidang yang lebih umum, yang biasanya berkonsentrasi pada teori dan pengetahuan konseptual abstrak, suatu karakteristik dari pendidikan tinggi. Pendidikan kejuruan dapat berada di tingkat menengah, pasca sekolah menengah, atau tingkat pendidikan lebih lanjut dan dapat digabungkan dengan sistem magang.

Semakin berkembang juga dalam pendidikan kejuruan adalah tentang pengakuan pendidikan sebelumnya dan kredit akademik parsial terhadap pendidikan tinggi (misalnya di universitas) sebagai kredit yang diakui, namun hingga saat ini masih sulit dimasukkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan tinggi yang ada.

Berikut beberapa pola penerapan pendidikan kejuruan/vokasional di negera-negara Eropa Utara (Skandinavia) yang relatih jauh lebih baik kualitas pendidikannya di dunia. Ada 3 negara yang dibahas, yaitu Finlandia, Swedia dan Norwegia.

Finlandia (klik ulasan lengkap Finlandia disini)

Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Ada banyak sekali sumber yang membahas tentang kehebatan sistem pendidikan mereka, namun masih sangat sedikit yang mengkaji pendidikan kejuruan disana.

Di Finlandia, pendidikan kejuruan berada di level pendidikan menengah. Setelah sembilan tahun sekolah yang komprehensif, siswa dapat memilih untuk melanjutkan ke salah satu "lukio" (sekolah menengah atas), suatu lembaga pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk masuk pendidikan tinggi, atau bisa pula masuk ke "ammattikoulu" (sekolah menengah kejuruan/vokasional). Kedua bentuk pendidikan menengah ini berdurasi tiga tahun, dan memberikan kualifikasi formal bagi lulusannya untuk masuk universitas atau "ammattikorkeakoulu" (politeknik di Finlandia). Dalam bidang-bidang tertentu (misalnya sekolah polisi, pelatihan personil untuk kontrol lalu lintas udara), persyaratan masuk sekolah kejuruan seperti ini adalah harus lulus dari "lukio", hal ini menyebabkan siswa harus menyelesaikan pendidikan menengah mereka dua kali.

"Ammattikorkeakoulu" ("yrkeshögskola" dalam Bahasa Swedia, polytechnic atau university of applied sciences dalam Bahasa Inggris, sekolah tinggi ilmu terapan dalam Bahasa Indonesia), disingkat AMK, adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasional di Finlandia.

Istilah ini secara harfiah berarti "sekolah tinggi pendidikan kejuruan". Meskipun Kementerian Pendidikan Finlandia merekomendasikan istilah bahasa Inggris "politeknik", namun Konferensi Rektor dari Universitas-universitas Finlandia bidang Ilmu Terapan telah memutuskan untuk menggunakan istilah "universitas ilmu terapan".

Tidak seperti universitas, AMK fokus pada penelitian dan pengembangan dengan menerapkan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya, jadi untuk menghasilkan penelitian baru. Mereka memiliki tujuan yang sangat jelas yang diatur dan dinyatakan dalam perencanaan pembangunan masing-masing daerah. AMK mewajibkan lima bulan pelatihan praktis untuk semua siswa. AMK menghasilkan lulusan profesional untuk kebutuhan lokal dan dikelola oleh pemerintah kota, meskipun mereka menerima sebagian besar dana dari pemerintah pusat. Tidak ada biaya kuliah diminta dari siswa. Berikut contoh institusi ini yang bernama Arcada University of Applied Life di kota Helsinki.

Pendidikan di sekolah menengah kejuruan adalah gratis, dan mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah bisa mendapatkan beasiswa dari negara untuk jenjang yang lebih tinggi. Kurikulum ditekankan pada materi kejuruan dan selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Sekolah-sekolah kejuruan sebagian besar dikelola oleh pemerintah kota.

Swedia

Hampir semua lulusan pendidikan dasar yang diwajibkan langsung masuk ke sekolah menengah atas, dan sebagian besar menyelesaikan pendidikan menengah atas mereka dalam tiga tahun. Pendidikan menengah atas dibagi menjadi 13 program kejuruan berorientasi kerja dan 4 program nasional akademik (sekolah umum). Lebih dari setengah jumlah siswa mengambil program kejuruan. Semua program menawarkan pendidikan umum sebagai dasar untuk melanjutkan studi di tingkat pasca-sekolah menengah. Selain itu, ada program lokal yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan lokal dan program yang bersifat 'individu'.

Reformasi sekolah tahun 1992 memperpanjang program kejuruan menengah atas dengan satu tahun, menyelaraskan mereka dengan tiga tahun pendidikan menengah umum atas, meningkatkan isi pendidikan umum mereka, dan membuat mata pelajaran inti menjadi wajib di semua program. Mata pelajaran inti (yang menempati sekitar sepertiga waktu mengajar total program baik kejuruan dan akademik/umum) termasuk Bahasa Inggris, kegiatan kesenian, pendidikan jasmani dan kesehatan, matematika, ilmu alam, ilmu sosial, Bahasa Swedia atau Bahasa Swedia sebagai bahasa kedua, dan pelajaran agama. Selain mata pelajaran inti, siswa mengikuti kursus tambahan (bersifat opsional), mata pelajaran yang spesifik untuk setiap program dan proyek khusus.

Program kejuruan mencakup juga 15 minggu pelatihan di tempat kerja (Arbetsplatsförlagd utbildning - APU) selama periode tiga tahun. Sekolah bertanggung jawab untuk mengatur pelatihan di tempat kerja dan memverifikasi kualitasnya. Hampir semua kota memiliki badan penasehat: dewan program (programmråd) dan dewan kejuruan (yrkesråd) yang terdiri dari pengusaha dan perwakilan pekerja dari dunia kerja lokal. Dewan memberi arahan bagi sekolah mengenai hal-hal seperti penyediaan pelatihan di tempat kerja, pembelian peralatan dan pelatihan pengawas di APU.

Norwegia

Hampir semua lulusan sekolah menengah pertama masuk ke pendidikan menengah atas, dan sekitar setengahnya mengikuti salah satu dari 9 program kejuruan. Program-program ini biasanya terdiri dari dua tahun di sekolah dan diikuti oleh dua tahun magang di sebuah perusahaan. Tahun pertama berisi materi dasar umum dan pengantar mengenai dunia kerja. Selama tahun kedua, pelajaran menjadi lebih spesifik.

Selama magang, siswa menerima upah yang dinegosiasikan dalam perjanjian kolektif berkisar antara 30% sampai 80% dari upah seorang pekerja yang berkualitas; persentasenya meningkat selama periode magang. Pengusaha yang ditempati siswa magang menerima subsidi yang setara dengan biaya satu tahun di sekolah. Setelah dua tahun program sekolah kejuruan, beberapa siswa memilih untuk masuk tahun ketiga dalam program 'umum' sebagai alternatif untuk magang lanjutan. Baik magang lanjutan dan tahun ketiga pelatihan praktis di sekolah mengarah pada kualifikasi kejuruan yang sama. Lulusan sekolah kejuruann menengah atas dapat langsung melanjutkan ke Sekolah Tinggi Kejuruan, sementara mereka yang ingin melanjutkan ke universitas perlu mengambil satu tahun pendidikan tambahan.

Para mitra sosial secara aktif berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan. Dewan Nasional untuk Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan memberi saran pada Kementerian Pendidikan tentang pengembangan pendidikan kejuruan nasional dan sistem pelatihan. Dewan Penasehat Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan terkait dengan sembilan program pendidikan kejuruan yang diberikan dalam pendidikan menengah atas dan memberikan saran tentang isi program kejuruan/vokasional serta pada tren dan kebutuhan keterampilan masa depan. Kelompok-kelompok Kurikulum Nasional membantu dalam menentukan isi dari pelatihan kejuruan dalam pekerjaan tertentu. Komite Pelatihan Kejuruan lokal di tingkat distrik memberikan saran pada kualitas, penyediaan pendidikan dan pelatihan kejuruan dan bimbingan karir.

Sumber: Wikipedia EN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...