26 Desember 2011

Model Pendidikan Vokasi Konvensional

Pendidikan vokasi terus berkembang sesuai keadaan zaman dan perkembangan peradaban manusia. Berikut adalah ringkasan dari model pendidikan vokasi yang merupakan potret keadaan pendidikan vokasi di Amerika Serikat diawal 1970an. Tulisan ini adalah rangkuman dari salah satu chapter dalam buku yang ditulis oleh Thompson (1973), lihat juga chapter selanjutnya disini. Model yang dijelaskan bukan merupakan gambaran ideal yang seharusnya diciptakan. Semoga bermanfaat.

Hubungan pendidikan umum dan vokasi 

Pendidikan umum adalah pendidikan yang dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga pendidikan dewasa lain. Pada pendidikan umum hingga tahun ke-12 diajarkan materi Bahasa, Matematika, IPA Fisika dan Biologi serta Ilmu Sosial. Pendidikan vokasi dimulai pada tahun ke-9 dengan memberikan dasar perspektif sosial dari dunia kerja, dilanjutkan pada tahun ke-10 sampai ke-12 dengan materi vokasi utama yaitu (1) Ketrampilan yang dibutuhkan pasar kerja, (2) Lingkungan kerja dan (3) Kesesuaian dan sasaran karir. Lepas dari pendidikan tahun ke-12 bisa langsung bekerja pada level pekerja pemula (entry level job) atau melanjutkan ke pendidikan vokasi tingkat lanjut.

Komponen Penting Pendidikan Vokasi

Orientasi pada ketrampilan yang dibutuhkan pasar kerja 

Pendidikan vokasi harus menyediakan jurusan yang sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan dunia industri. Dibutuhkan informasi tentang jenis-jenis ketrampilanyang dibutuhkan suatu pekerjaan dan membuatnya kedalam suatu program pelatihan. Prosser dan Allen menekankan bahwa semua pelatihan vokasi harus spesifik untuk suatu pekerjaan tertentu sehingga peserta pelatihan tahu jelas sasaran pelatihan bagi dirinya.

Orientasi pada lingkungan kerja

Pendidikan vokasi haruslah terkait erat dengan dunia kerja. Para pelatihnya harus selalu mengikuti perkembangan di dunia kerja. Idealnya program pendidikan vokasi adalah duplikat dari keadaan sebenarnya di dunia kerja. Pada level pendidikan tahun ke-11 sampai ke-12, peserta didik harus mulai diperkenalkan pada lingkungan kerja sebenarnya.

Penyelenggara pendidikan vokasi harus menyesuaikan dengan keadaan dunia kerja, diantaranya (1) lingkup kerja dan (2) kontrol kerja. Ada pekerjaan yang memiliki lingkup kerja luas bahkan tak terbatas (seorang pekerja mengerjakan semua hal dari awal hingga akhir produksi), ada pula yang lingkupnya sangat terbatas (ada pembagian kerja). Ada juga pekerjaan dimana pekerja memiliki kontrol penuh atas pekerjaannya, ada pula yang ketat dengan berbagai pembatasan.

Orientasi pada dasar perspektif sosial dunia kerja 

Dasar perpektif sosial (social base) adalah segala hal seperti pengalaman dan gaya kognitif yang melengkapi materi teknis dalam program pelatihan vokasi. Prinsipnya adalah memberikan pelajaran ketrampilan sosial yang dibutuhkan para pekerja seperti hubungan antar manusia, kewarganegaraan dan komunikasi. Penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan sosial adalah hal penting dalam mempertahankan pekerjaan dan pengembangan karir. Materi yang diajarkan dalam pendidikan vokasi antara lain komunikasi kerja, pelayanan pelanggan, komunikasi telepon, persiapan interview kerja, penampilan diri, dll.

Orientasi pada tujuan akhir pendidikan 

Peserta didik harus mengerti sejak awal bahwa seluruh bagian pelatihan yang diberikan adalah untuk memberikan mereka ketrampilan spesifik sesuai kebutuhan pasar kerja. Sehingga mereka memiliki ketrampilan untuk mengerjakan tugas-tugas pada pekerjaan tertentu, bahwa mereka akan diberikan tanggung jawab kerja untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Hal ini sangat penting karena akan menumbuhkan motivasi internal dari para peserta.

Orientasi pada sasaran karir yang spesifik 

Peserta didik harus memiliki sasaran karir. Pada tahun ke-9 dan ke-10 siswa diharapkan sudah memiliki komitmen terhadap suatu bidang pekerjaan tertentu misalnya pertanian, bisnis manajemen, dll. Pada tingkatan ini siswa mulai dikenalkan dengan gambaran dunia kerja. Materi pelatihan kerja dan pengalaman kerja secara umum sudah harus diberikan pada level ini. Harapannya pada saat masuk ke level tahun ke-11 dan ke-12 mereka sudah memiliki sasaran karir yang lebih jelas dan menjurus. Diakhir tahun ke-12 siswa sudah siap untuk masuk ke pekerjaan tertentu pada level pemula (entry level job), mengambil pelatihan lebih spesifik, atau melanjutkan ke perguruan tinggi vokasi pada jurusan yang sudah spesifik.

Penutup 

Dalam hal hubungan antara jalur umum dan vokasi, tidak dimungkinkan untuk dilakukan perpindahan jalur. Jika seorang siswa ingin pindah dari satu jalur vokasi ke jalur vokasi lain, hal ini juga tidak dimungkinkan. Siswa harus mengulang dari awal jika ingin pindah ke jurusan vokasi lain yang berbeda sama sekali.

Referensi 

THOMPSON, JF. 1973. FOUNDATIONS OF VOCATIONAL EDUCATION. PRENTICE HALL INC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...