16 April 2012

Peran dan Tugas Guru Kejuruan

Berikut adalah ulasan singkat tentang peran dan tugas guru khususnya dalam pendidikan kejuruan. Secara umum tidak ada perbedaan dengan pendidikan umum, namun dalam tataran operasional ada banyak perbedaan. Apa sajakah yang menjadi peran dan tugas para guru kejuruan? Guru di pendidikan kejuruan disebut dengan beberapa istilah seperti instruktur, pelatih, trainer, mentor, dll. Namun secara umum semua memiliki tanggung jawab sebagai "guru" sehingga peran dan tugas utamanya sama dengan di pendidikan umum.

Adopting the role of the teacher (mengadopsi peran sebagai guru)

Peran pengajar yang baik meliputi kemampuan membangun perilaku peserta didik yang positif, mampu melakukan evaluasi diri untuk pengembangan, kemampuan melakukan pendekatan berbeda ke peserta didik yang memiliki kebutuhan dan karakter berbeda, dan seorang pengajar juga harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya.

Suatu lembaga pendidikan kejuruan harus memiliki pengajar yang memiliki kompetensi yang memadai untuk mampu menjalankan perannya. Seorang "guru" dalam pendidikan kejuruan adalah individu yang memiliki latar belakang teknis dan pengalaman kerja yang memadai di bidang teknis tertentu, hal ini mutlak diperlukan agar pengajar kejuruan bisa menjadi model (teladan) bagi para peserta didik. Bahkan, idealnya seorang "instruktur" di pendidikan kejuruan adalah para "master" di dunia kerja yang "diutus" untuk mendidik calon-calon "master" baru di masa depan. Proses pembelajaran di pendidikan kejuruan tidak hanya sekedar men-transfer knowledge dan skill, tetapi juga pembentukan sikap kerja yang selaras dengan bidang kerja masing-masing.

Namun dalam kenyataan di Indonesia terutama di SMK dan Program Diploma, hal ini masih jauh karena sebagian besar pengajar belum memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai dan sebagian juga belum memiliki kesadaran diri untuk menerapkan prinsip peran sebagai teladan.

Planning and organizing learning (merencanakan dan mengorganisir pembelajaran)

Pengajar harus bisa melakukan perencanaan dan eksekusi proses pembelajaran, diantaranya harus bisa mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan membuat rencana pengajaran yang baik sehingga proses bisa berjalan terarah. Khusus pendidikan kejuruan, diperlukan kemampuan pengajar untuk merencanakan dan melakukan proses pembelajaran “learning by doing” yang efektif. Proses pembelajaran di pendidikan kejuruan memiliki keunikan tersendiri karena sasaran akhirnya adalah "kompetensi kerja" dimana peserta didik harus mampu melakukan suatu bagian pekerjaan tertentu hingga tuntas.

Pengajar juga harus mampu menggunakan sumber daya pembelajaran lain (seperti alat bantu ajar, materi belajar, worksheet, lab atau workshop, dll) secara efektif dan efisien. Persiapan mengajar yang matang adalah kunci keberhasilan para pengajar kejuruan, termasuk kemampuan untuk melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait dengan pembelajaran seperti koordinator lab/workshop, dll. Hal-hal kecil harus diatur dan direncanakan dengan baik agar proses belajar bisa efektif. Worksheet yang rinci adalah kunci agar kegiatan praktek berjalan lancar. Bayangkan jika ternyata ada kesalahan prosedur yang tertulis di worksheet, maka kegiatan praktek pasti akan terkendala dan memakan waktu untuk kembali berjalan normal. Padahal efisiensi waktu praktek sangat dibutuhkan karena biasanya waktu praktek tidak sebanding dengan ketersediaan alat/bahan dan jumlah siswa yang melakukan praktek. Pengajar harus mampu menjadi manajer handal dalam mengelola proses ini.

Dalam kenyataan, hal ini belum bisa terlaksana optimal di institusi pendidikan kejuruan kita terutama dalam hal kesungguhan pengajar dalam merencanakan proses pengajaran secara serius dan terinci.

Management of learning (pengelolaan pembelajaran)

Pengajar harus memiliki kemampuan dalam menyiapkan tempat belajar yang sesuai dengan sasaran pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang positif, menyiapkan materi belajar yang relevan dan menyenangkan bagi para peserta didik, serta juga harus mampu mengoperasikan berbagai sumber daya pendukung pembelajaran (seperti LCD, online learning tools, dll).

Dalam pendidikan kejuruan, kemampuan mengelola dengan baik proses pembelajaran sangat diperlukan, bahkan jauh lebih tinggi dibanding dengan pada proses pembelajaran di pendidikan umum.

Salah satu tantangan utama bagi pengelolaan pembelajaran kejuruan adalah pada pengaturan pembelajaran teori dan pembelajaran praktek (baik in-class, in-lab maupun in-field). Banyak kejadian dimana kegiatan belajar praktek tidak terlaksana dengan baik karena kurangnya koordinasi antara pengelola lab, pengajar dan pengelola jadwal pembelajaran. Bukan karena lab atau workshop (bengkel) tidak ada, namun dalam keadaan tidak siap pakai. Lab/workshop readiness (harus mencapai minimal 90% setiap saat) adalah tantangan besar bagi dunia pendidikan kejuruan.

Manajemen pembelajaran di pendidikan kejuruan harus betul-betul dijalankan secara sistematis mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan perbaikan proses kerja. Perlu diatur sebaik-baiknya koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk dengan pihak eksternal seperti perusahaan tempat praktek.

Kenyataan di pendidikan kejuruan kita saat ini sudah berjalan cukup baik, namun masih banyak kendala dalam pelaksanaannya. Problem terbesar adalah karena karakter kita yang masih sulit untuk membuat perencanaan detil atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Tanpa perencanaan detil dan koordinasi rapi dengan para pihak terkait, sangat sulit berharap kegiatan pembelajaran kejuruan bisa berjalan sesuai sasaran. Belum lagi dengan keterbatasan dan kendala lain seperti sulitnya mengatur pembagian ruang kelas dan praktek karena padatnya program yang berjalan dan overload-nya kelas karena jumlah peserta didik yang berlebihan.

Assessment and evaluation of teaching (melakukan penilaian dan evaluasi pengajaran)

Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi mutlak dimiliki oleh para pengajar agar proses pembelajaran berjalan sesuai sasaran dan tuntas. Hal penting yang harus dilakukan adalah pelaksanaan penilaian dan evaluasi yang bisa mengukur kemajuan proses belajar dan outputnya. Tidak lupa juga adalah evaluasi terhadap pengajar yang dilakukan oleh siswa dan rekan sejawat, serta pelaksanaan berbagai jenis teknik evaluasi pembelajaran untuk memperkaya proses pembelajaran agar output bisa sesuai harapan. Evaluasi pada prinsipnya bisa dilakukan pada pengajar, peserta didik dan juga prosesnya.

Pada pendidikan kejuruan, penilaian dan evaluasi memiliki ciri khas pada aspek "kesesuaian dengan standar kerja". Seorang peserta didik yang sangat menguasai teori dan praktek dasar bisa tidak berhasil lolos tes "kecakapan kerja" jika tidak bisa menyelesaikan pekerjaan prakteknya secara tuntas dan tepat waktu. Sertifikasi terhadap kompetensi kerja diakhir proses pendidikan adalah salah satu bentuk "ujian komprehensif" bagi pendidikan kejuruan. Penilai idealnya tidak hanya berasal dari pengajar internal, tetapi juga dari kalangan profesional yang berkecimpung di bidang terkait.

Saat ini seluruh lembaga pendidikan kejuruan telah melaksanakan penilaian dan evaluasi standar untuk kejuruan, namun apakah semua itu sudah menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja? Menurut pengamatan di lapangan, banyak yang belum optimal karena pelaksanaan penilaian dan evaluasi dilaksanakan “sekedar melaksanakan sesuai SOP” namun tidak dilakukan “dengan hati”, akibatnya proses penilaian dan evaluasi belum berjalan baik. Untuk penilaian dan evaluasi yang berkenaan dengan kinerja dan performa pengajar, budaya kita yang masih banyak mengedepankan rasa sungkan menjadi penyebab tidak adanya penilaian yang obyektif dan menjadi input yang memadai untuk perbaikan proses pembelajaran.

6 komentar:

  1. izin mengutip tulisannya yaa mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan, dengan senang hati.. semoga bermanfaat :-)

      Hapus
  2. lho ini Web nya pak Andriyanto, Saya Kautsar mahasiswa S2 TP di Unmul yang pernah sms bapak pembimbing tesis tapi tidak bisa karena bapak kuliah, Alhamdulillah saya sudah lulus wisuda april 2012 sekarang saya kuliah di UNY Prodi PTK. Apakah bapak masih kuliah apa sudah selesai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo juga pak eka.. apa kabar? langsung lanjut ke s3 ptk ya? bagus sekali.. nanti kita ketemu pak, email dulu saya ke adriyanto@hotmail.com :-)

      Hapus
  3. salam kenal, pak..saya lulusan S1 UNJ yg berminat untuk melanjutkan studi S2 PTK di UNY. Tulisannya bagus, pak..

    BalasHapus
  4. rekan 4gp, trm ksh.. ditunggu di uny :-)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...