03 Januari 2012

Model Pembelajaran Vocational Career Center

Dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan di Indonesia, sangat diperlukan banyak penelitian untuk mencari suatu model pendidikan kejuruan yang paling cocok diterapkan sesuai keadaan dan karakteristik bangsa kita. Banyak sekali referensi yang dipakai dalam pendidikan vokasi di Indonesia berasal dari luar negeri. Tentu saja hal ini bisa membawa dampak positif bila dikaji terlebih dahulu sebelum dilakukan implementasi skala nasional.

Idealnya, kita harus mampu mengembangkan model sendiri yang dikembangkan "from the ground up" dari konsep orisinal Indonesia. Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Lilih Dwi Priyanto (2010) dilakukan dengan semangat ini. Dilakukan di BLPT Surabaya atas obyek penelitian lulusan SMK, penelitian ini menurut saya telah berhasil memberikan beberapa fondasi dasar yang bisa dijadikan acuan dalam pengembangan pendidikan vokasi kita. Judul penelitian disertasi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini adalah Model Pembelajaran Vocational Career Center. Berikut ringkasannya, semoga bermanfaat.


Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Vocational Career Center terbukti menjadi model pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi peserta diklat sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Vocational Career Center yang dimaksud adalah suatu pelatihan kejuruan terpadu yang dilanjutkan dengan pemagangan. Sasaran model ini adalah menghasilkan lulusan yang memiliki competency, character dan capacity.

Ada 3 aspek utama yang diteliti yaitu (1) pra-pelatihan (seleksi peserta), (2) proses pelatihan, dan (3) proses pemagangan. Materi uji dari kompetensi calon tenaga kerja yaitu kecerdasan, kemampuan kerja dan aspek sosialibilitas.
  • Adapun hasil penelitian pada pra-pelatihan, ranking faktor yang paling mempengaruhi keberhasilan pra-pelatihan adalah motivasi, disusul sikap, kemudian kondisi fisik dan selanjutnya tingkat intelegensi.
  • Pada proses pelatihan variabel yang memiliki skor tertinggi adalah sarana pelatihan, kemudian faktor guru/instruktur, sementara materi dan metode ada di urutan selanjutnya.
  • Pada proses pemagangan, hal yang paling penting adalah penugasan kerja, berikutnya adalah kegiatan produksi, kemudian kesesuaian kerja dan evaluasi kerja, urutan selanjutnya dukungan peralatan. Sementara faktor silabus, rotasi kerja, orientasi kerja, pembimbingan ada di urutan berikut.
Penelitian pengembangan model ini ditujukan untuk pengembangan kemampuan kejuruan untuk merencanakan atau membangun karir, dalam hal ini para lulusan SMK yang akan masuk ke pasar kerja. Seseorang dikatakan berkarir apabila dari satu waktu ke waktu berikutnya ada peningkatan kualitas pekerjaan yang bisa berdampak pada peningkatan status kerja, ekonomi maupun sosial.

Diklat kejuruan di Vocational Career Center mengintegrasikan potensi daerah, dunia industri dan lembaga pelatihan dalam suatu sistem dan manajemen diklat. Ini memungkinkan dihasilkannya tamatan yang kompeten, berkontribusi pada pengembangan daerah serta mampu meningkatkan serapan lulusan SMK di pasar kerja.

Vocational Career Center adalah suatu model pembelajaran yang terencana dan terprogram yang dilaksanakan bersama antara lembaga pelatihan dan industri. Model ini menuntut adanya sarana prasarana praktek yang memadai dan tenaga instruktur yang berpengalaman.

Untuk mendapatkan akses ke disertasi di PPS UNY, silahkan lihat detail di website Perpustakaan UNY http://library.pps.uny.ac.id. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar