29 Desember 2011

Perkembangan Teknologi di Industri dan Pengaruh bagi Pendidikan Vokasi

Secara umum pendidikan vokasi adalah “industrial educators” yang berperan dalam desain dan implementasi program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan proses produksi di industri. Jadi pendidikan vokasi sangat berkepentingan dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi dunia industri. Pendidikan vokasi harus mampu menjadi entitas yang dinamis dan mampu mengikuti perkembangan di dunia industri. Saat ini terlihat banyak kecenderungan bahwa penyelenggara pendidikan vokasi tidak mampu merubah diri secara cepat untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di industri. Berikut contoh dari pengaruh 4 fase sejarah perkembangan teknologi terhadap pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja. Belajar dari sejarah diharapkan bisa membuka mata para insan pendidikan vokasi dalam menyikapi keadaan yang terus berubah.


Empat fase perkembangan industri berdasar perkembangan teknologi yang terjadi di dunia serta pengaruhnya terhadap pendidikan vokasi:

(1) Aplikasi mesin tenaga menggantikan tenaga manusia

Fase ini adalah pergeseran dari pertanian ke fase revolusi industri dimana banyak menyerap pekerja tak trampil, eksploitasi terhadap pekerja anak dan wanita, serta dominasi motif keuntungan ekonomi dalam indutri (Thompson, 1973). Salah satu penanda utama era ini adalah bertumbuhannya pabrik-pabrik yang mempekerjakan buruh murah dan industrialis yang hanya mengejar keuntungan semata. Pendidikan vokasi tidak bisa berperan banyak dalam fase ini karena yang dibutuhkan industri sebagian besar adalah tenaga tak trampil. Namun tetap dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk pembuatan, perawatan dan troubleshooting pabrik dan mesin industri. Sayangnya pendidikan vokasi belum bisa berperan karena struktur sistem pendidikan belum terbangun baik pada era ini.

(2) Produksi barang-barang secara massal melalui ban berjalan

Fase ini (dimulai tahun 1800an) ditandai dengan menurunnya peran para craftman diganti oleh operator mesin di pabrik. Craftman bergeser menjadi teknisi pabrik. Pekerjaan di pabrik semakin sempit lingkup tugasnya (semacam spesialisasi). Pekerja tak trampil masuk kerja tanpa pendidikan vokasi sama sekali. Pemilik pabrik sangat kecil kepeduliannya terhadap pengembangan kualitas pekerja (Thompson, 1973). Pendidikan vokasi tidak banyak berperan karena yang dibutuhkan industri sebagian besar adalah tenaga tak trampil. Demikian juga untuk kebutuhan teknisi pabrik yang banyak diisi oleh craftman yang mengembangkan diri dengan pola pemagangan secara mandiri dan tidak terkait dengan pendidikan formal.

(3) Otomatisasi menggantikan tenaga manusia pada ban berjalan

Fase ini dimulai tahun 1920, maju pesat tahun 1940. Mitos bahwa otomatisasi mengambil alih sepenuhnya peran pekerja manusia adalah tidak benar. Yang tergerus adalah pekerjaan klerikal dan operasional rutin, namun pekerjaan baru lain muncul yaitu pekerjaan perawatan dan teknik. Pendidikan vokasi makin berperan karena dibutuhkan persiapan lebih matang dan lama untuk masuk ke dunia kerja (Thompson, 1973). Tantangan semakin besar bagi pendidikan vokasi karena semakin kompleksnya ketrampilan yang dibutuhkan para pekerja, diperlukan program yang lebih intensif dan lama. Namun di sisi lain pekerjaan di era ini cenderung monoton dan tidak memerlukan banyak kreatifitas. Ini ikut mempengaruhi pendidikan vokasi saat itu.

(4) Pengenalan bahan dan proses industri yang baru dan trend miniaturisasi

Fase ini dimulai tahun 1970an. Ditandai dengan berkembangnya bahan plastik dan sintetis serta miniaturisasi yang mendorong perkembangan teknologi mikroprosesor dan revolusi dunia komputer, mengakibatkan perubahan besar dalam teknologi komunikasi secara global. Perdagangan meledak, bidang yang berkembang adalah marketing dan business inventory (Thompson, 1973). Pendidikan vokasi semakin berperan karena munculnya banyak jenis pekerjaan baru yang semakin kompleks dan berbasis teknologi tinggi. Terjadi perpaduan makin erat antara ketrampilan teknis dan ketrampilan sosial. Pendidikan vokasi berkembang baik di level sekolah menengah dan juga perguruan tinggi untuk dapat memasok kebutuhan SDM industri secara penuh.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...