23 November 2011

Pengembangan Kultur SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Yogyakarta

Salah satu aspek penting pembangunan kependidikan adalah pengembangan kultur atau budaya sekolah yang kuat dan positif. Faktor ini sangat krusial karena akan bisa menjadi fondasi sangat dasar dari pembangunan institusi pendidikan kita. Sudah banyak penelitian yang telah dilakukan dalam hal ini, berikut saya kutipkan sedikit ringkasan dalam penelitian yang dilakukan untuk disertasi di Universitas Negeri Yogyakarta. Aspek yang menarik saya untuk membacanya adalah karena penelitian budaya organisasi ini dilakukan di sekolah berstatus RSBI yang diatas kertas adalah "sekolah unggulan". Menarik untuk mengetahui apa saja yang dilakukan sekolah-sekolah ini dalam membangun budaya sekolah yang kuat. Peneliti adalah Dr. Buyung Surahman, disertasi diselesaikan pada tahun 2010. Judul disertasi tersebut adalah Pengembangan Kultur SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Yogyakarta. Penelitian dilakukan di 3 SMA RSBI di kota Yogyakarta.

Bagi institusi pendidikan vokasi seperti SMK atau Politeknik, ada tambahan pekerjaan signifikan dibanding SMA, yaitu penyiapan agar peserta didik memiliki etos kerja atau perilaku kerja yang kompetitif. Jangan sampai institusi PTK malah menghasilkan lulusan yang berkarakter tidak kompetitif, seperti malas, tidak percaya diri, kurang komunikatif, dll. Etos kerja yang tercipta di masa pendidikan (termasuk masa magang) akan membuat para lulusan institusi PTK mampu bersaing di pasar kerja nasional bahkan internasional.


Simpulan hasil temuan penelitian:

(1) Kultur perilaku yang dikembangkan oleh kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha antara lain:
  • Kepsek & jajaran sebagai contoh nyata dalam penegakan disiplin
  • Kepsek & jajaran memiliki kelengkapan administrasi yang rapi
  • Kepsek & jajaran menyampaikan informasi secara baik dan benar kepada warga sekolah
  • Kepsek & jajaran menerapkan tata tertib sesuai dengan aturan yang berlaku di sekolah
  • Guru menggunakan metode dan media yang variatif dalam proses KBM
  • guru dan pegawai tata usaha melakukan kolaborasi/diskusi jika mengalami kesulitan di sekolah
  • pegawai tata usaha melakukan pelayanan yang baik di sekolah
  • Siswa memiliki tata krama yang baik, mentaati tata tertib sekolah, disiplin, melakukan diskusi/kolaborasi jika mengalami kesulitan, mempresentasikan karangan ilmiah, menulis artikel, dan siswa menerapkan budaya belajar yang baik di sekolah.
(2) Kultur artifak yang dikembangkan antara lain:
  • Sosialisasi dokumen hasil ujian nasional dan prestasi sekolah seluas-luasnya
  • Piala-piala yang menjadi simbol prestasi sekolah dipajang di lokasi strategis di sekolah
  • Ruang kelas ditata baik sehingga bernuansa bidang studi.
(3) Pesan-pesan verbal yang dikembangkan antara lain:
  • Sosialisai tata tertib sekolah dan administrasinya ditata dengan baik
  • Penerapan tata tertib guru, pegawai tata usaha dan siswa sudah berjalan dan melembaga dengan baik
  • Pengembangan program intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara baik.
(4) Pengembangan nilai-nilai meliputi nilai keimanan dan ketaqwaan, kejujuran, keterbukaan, semangat hidup, spirit belajar, self awareness, menghargai keberadaan orang lain, persatuan dan kesatuan, bersikap dan berprasangka positif, disiplin diri, tanggung jawan, kebersamaan

Untuk mendapatkan akses ke disertasi di PPS UNY, silahkan lihat detail di website Perpustakaan UNY http://library.pps.uny.ac.id. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...