17 Juni 2012

Pembangunan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Sosial & Pendidikan Kejuruan

Pembangunan ekonomi (economic development) umumnya didefinisikan sebagai suatu usaha terpadu dan berkesinambungan dari penentu kebijakan dengan masyarakat dalam meningkatkan standar kualitas kehidupan dan mengembangkan perekonomian suatu wilayah. Pembangunan ekonomi biasa diukur dengan adanya kenaikan dalam kuantitas dan kualitas ekonomi.

Pembangunan ekonomi dilakukan dalam berbagai bidang seperti SDM dan tenaga kerja, infrastruktur, kelestarian lingkungan, kesehatan, keamanan, literasi masyarakat, serta juga dalam peningkatan daya saing daerah,  dll.

Salah satu model dari pembangunan ekonomi yang banyak dipakai sebagai acuan adalah Stages of Economic Development yang dikembangkan oleh W. W. Rostow yang terdiri dari 5 tingkatan dengan durasi pada setiap tingkatan yang bisa berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Tingkatannya adalah sbb:
  1. Traditional society (masyarakat tradisional)
  2. Transitional stage  (masa transisi)
  3. Take-off (tinggal landas)
  4. Drive to maturity (masa kematangan)
  5. High mass consumption (konsumsi massal)
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) adalah peningkatan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh ekonomi dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ekonomi diukur sebagai persentase perubahan tahunan dari produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP).

Wilbert Moore memandang perubahan sosial (social change) sebagai perubahan struktur sosial, pola perilaku dan interaksi sosial. Setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam organisasi sosial disebut perubahan sosial. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat diketahui dengan cara membandingkan keadaan masyarakat pada waktu tertentu dengan keadaan dimasa lampau.

Teori perubahan sosial sederhana bisa digambarkan dalam tahapan sbb:
  1. Individu warga masyarakat memiliki gagasan-gagasan bersama.
  2. Gagasan  bersama diterima dan dipegang teguh  untuk mengganti gagasan yang telah ada sebelumnya.
  3. Perubahan cara berpikir dan alat yang digunakan.
  4. Meningkatkan dan menyempurnakan alat yang telah dimiliki.
Perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial terletak pada ukuran atau satuan dari pertumbuhan/perubahan yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi menggunakan tolok ukur produksi barang dan jasa, sementara perubahan sosial menggunakan acuan pada struktur sosial, pola perilaku dan interaksi sosial. Namun keduanya berdampak secara langsung pada keadaan dan kondisi masyarakat.

Keduanya saling terkait satu sama lain secara erat dan berpengaruh secara timbal balik. Pertumbuhan ekonomi bisa mengakibatkan perubahan sosial, namun pada keadaan lain bisa pula terjadi perubahan sosial bisa mengakibatkan terjadinya pertumbuhan ekonomi. Interaksi kedua hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pembangunan ekonomi suatu bangsa.

Lalu bagaimana ketiga hal tersebut berpengaruh terhadap pendidikan kejuruan dan vokasi?

Pendidikan kejuruan memiliki kontribusi nyata yang langsung berhubungan dengan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Pendidikan kejuruan berhubungan langsung dengan penyediaan SDM yang menjadi salah satu "bahan bakar" utama pertumbuhan ekonomi. Lulusan pendidikan kejuruan disiapkan dan diterjunkan langsung ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada kecocokan pasokan SDM berkualitas sesuai kebutuhan. Hal penting dari supply SDM ini adalah kecukupan pasokan serta fleksibilitas pasokan menghadapi dinamika yang sangat tinggi di pusat-pusat mesin pertumbuhan ekonomi.

Namun jangan dilupakan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi akan mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Hal ini mengakibatkan pendidikan kejuruan pun harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi. Pada saat yang bersamaan pendidikan kejuruan bertanggung jawab terhadap bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Lulusan pendidikan kejuruan adalah agent of change yang segera terjun ke dunia kerja dan ikut membentuk dan mengarahkan perubahan sosial yang terjadi. Pola pembelajaran, keteladanan, kedisiplinan, sikap kerja profesional, teknologi baru, semua itu adalah aspek-aspek yang dibentuk di dalam dunia pendidikan kejuruan yang akan segera menjadi faktor-faktor utama pembentuk tatanan sosial di masyarakat. Perubahan sosial yang positif akan berkorelasi positif pula terhadap pertumbuhan ekonomi, demikian pula sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar