18 April 2012

Career Advice di SMK, Peluang Penerapan

Salah satu bentuk strategi pelaksanaan work-based learning (WBL) adalah Career Advice (di Amerika Serikat dikenal dengan istilah career counselling atau coaching, di Inggris dikenal dengan career advice atau guidance). Di Indonesia, khususnya SMK, fungsi ini dalam bentuk tertentu diintegrasikan kedalam BK (bimbingan dan konseling) serta juga BKK (Bursa Kerja Khusus). Istilah "karir" belum terlalu dikenal dan dianggap tidak relevan dengan dunia SMK. Dalam kenyataannya, fungsi "career advice" atau bimbingan karir ini belum bisa berjalan dengan baik dan masih jauh dari harapan dan berorientasi pada dunia kerja. Berikut sedikit ulasan tentang peluangnya kedepan.

Career advice secara umum dikenal dengan fokus pada pelaksanaan di perusahaan atau organisasi kerja lainnya, bisa juga untuk individu baik dewasa maupun siswa/mahasiswa, namun saya akan membahasnya dalam konteks “bimbingan karir” bagi peserta didik sebelum lulus pendidikan vokasi. Hal ini saya anggap sangat penting dan justru terabaikan saat ini. Banyak lembaga pendidikan vokasi menerima kenyataan pilihan jurusan serta bakat dan minat peserta didik sebagai hal yang “given” dan tidak ada usaha sama sekali untuk “mengarahkannya” seiring perkembangan kompetensi (skill, knowledge, attitude) dari peserta didik. Padahal dalam masa pendidikan, banyak hal terjadi dan mempengaruhi pemikiran dan motivasi peserta didik.


Banyak pula siswa dan mahasiswa pendidikan vokasi tidak memiliki “mimpi” dan wawasan yang cukup mengenai dunia kerja sehingga mereka cenderung pasif dan belajar sesuai arahan dan tuntutan kurikulum belaka. Jika lembaga pendidikan vokasi bisa mengembangan “bimbingan karir” atau "konseling karir" yang betul-betul profesional, maka besar kemungkinan para lulusannya akan lebih siap dalam memasuki dunia kerja karena sudah diberi gambaran, pengarahan dan persiapan ke bidang yang betul-betul sesuai dengan minat, bakat dan kompetensinya.

Apakah Maksud Konseling Karir?

Fokus suatu konseling karir adalah pada isu-isu umum seperti eksplorasi karir, perubahan karir, pengembangan karir pribadi dan isu-isu karir lain yang terkait. Konseling karir pada dunia pendidikan adalah proses membantu para kandidat untuk memilih suatu program studi yang dapat membantu mereka untuk masuk ke pekerjaan atau membuat mereka dipekerjakan. Pada saat seorang siswa atau mahasiswa akan menyelesaikan studinya, maka merek dibantu kembali untuk menentukan pilihan pekerjaan yang paling sesuai dengan kekuatan dan kelemahan dirinya serta berdasar kondisi terakhir di dunia kerja. Seorang konselor karir membantu kandidat untuk masuk ke karir yang sesuai dengan bakat, kepribadian, minat dan keterampilan. Jadi konseling karir adalah proses membangun korelasi atau hubungan yang efektif antara psikologi internal calon dengan faktor-faktor eksternal kerja atau program studi.

Bimbingan karir di lembaga pendidikan vokasi juga memiliki banyak peluang untuk berkolaborasi dengan perusahaan agar bisa lebih tajam dan fokus dalam membimbing para siswa atau mahasiswanya. Namun untuk saat ini konsep mungkin belum bisa diterapkan maksimal karena banyaknya keterbatasan di lembaga, namun untuk 3-4 tahun mendatang, konsep ini harus diperhitungkan matang-matang untuk dapat diterapkan secara serius. Hal ini juga akan sangat mendukung karena pekerjaan masa depan akan jauh lebih dinamis dibanding saat ini. Sangat sulit membuat kurikulum yang bisa setiap saat beradaptasi, namun dengan adanya organ bimbingan karir dalam lembaga pendidikan, dinamika dunia kerja bisa didekati dengan lebih baik.

Salah satu instrumen dalam konseling karir adalah melalui tes bakat, atau tes karir. Tes bakat sekarang biasanya dilakukan secara online dan memberikan wawasan dan informasi yang obyektif tentang pekerjaan yang mungkin tidak cocok bagi pengambil tes berdasarkan kombinasi dari bakat, nilai/budaya/karakter dan keterampilan. Tes ini biasanya menyediakan daftar pekerjaan yang cocok untuk direkomendasikan bagi pengambil tes sesuai dengan kepribadiannya.

Tes lain untuk menguji kecocokan seseorang adalah dengan tes psikometri yang saat ini mencakup berbagai keterampilan dan implementasi. Tes ini tidak menyatakan lulus atau gagal. Biasanya ada beberapa paket pertanyaan yang berkaitan dengan tipe kepribadian, bagaimana pengambil tes akan menangani aspek pekerjaan dan kehidupan rumah, apa tujuan masa depan, serta kekuatan dan kelemahannya. Jika peserta tes jujur, maka hasilnya bisa cukup akurat. Hasil dari tes psikometri biasanya diterbitkan dalam bentuk buku kecil atau dikirim melalui email dan dicetak. Tes psikometri menggunakan profil psikologis yang mendalam untuk menilai kepribadian dan tingkat intelektual.

Namun konseling karir tidak hanya bergantung pada tes-tes seperti disebutkan diatas, namun yang terpenting justru adalah proses "pembukaan" wawasan dan paradigma seseorang terhadap keadaan dirinya dan peluang yang ada di dunia kerja bagi seseorang yang memiliki kekuatan dan kelemahan seperti dirinya. Dalam proses ini dibutuhkan seorang konselor karir yang kompeten dan selalu meng-update dirinya dengan perkembangan terkini yang terjadi di dunia kerja.

Peluang Pelaksanaan di SMK?

Mungkinkah dilakukan di SMK? Tentu saja sangat mungkin dan membuka peluang besar untuk semakin mendekatkan SMK dengan kebutuhan dunia kerja.

Implikasi pemikiran diatas bagi SMK adalah pada konsekuensi untuk melakukan penguatan organ organisasi Bimbingan Karir (BK) di sekolah. Dibutuhkan jumlah personil yang cukup serta kualifikasi staf yang memadai yang meliputi para ahli bidang psikologi industri, bimbingan konseling dan staf hubungan industri yang bisa melakukan networking dengan pihak dunia kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...